Senin, 12 Desember 2016

Terjemahan The Sword of Allah : Khalid bin Al-Waleed (7) Pertempuran Uhud (bagian 4)


Bab 3: Pertempuran Uhud (Bagian IV)

(Halaman 7)

Ketika para pemanah di Bukit 'Aynayn melihat kekalahan pasukan Quraysy dan sampainya Pasukan Muslim di kemah Quraysy, mereka menjadi tidak sabar untuk bergabung ke kemah. Kemah pasukan Quraysy terlihat sangat menggoda. Mereka meminta kepada komandan mereka, yaitu Abdullah bin Jubayr, agar diizinkan turun, tetapi Abdullah teguh tidak membolehkan mereka. "Kalian semua tahu benar perintah Rasulullah," katanya, "Kita harus tetap di atas bukit ini sampai ada perintah untuk meninggalkannya." Anggotanya menjawab, "Benar, tapi bukan itu maksud Rasulullah yang sesungguhnya. Kita diperintahkan untuk bertahan di atas bukit ini selama pertempuran berlangsung. Sekarang pertempuran telah usai, dan tidak ada gunanya kita tetap berada di atas sini." Dan meskipun mendapat tentangan dari komandannya, kebanyakan pemanah tersebut telah meninggalkan bukit dan lari menuju kemah Quraysy sambil berteriak, "Rampasan perang! Rampasan perang!"[1] Abdullah tetap tinggal dengan sembilan anggotanya di atas bukit. Pergerakan ini dengan seksama diamati oleh Khalid yang menunggu sampai pemanah tersebut telah tiba di kemah Quraysy.

Kemudian Khalid bergerak, melancarkan serangan kavaleri ke arah sedikit pemanah yang tersisa di bukit dengan tujuan menguasai posisi tersebut dan menciptakan peluang bagi dirinya untuk bermanuver. Ikrimah melihat pergerakan Khalid dan memacu kuda dan anggota korps kavalerinya menyeberangi medan pertempuran untuk bergabung dengan korps kavaleri Khalid. Ketika korps Khalid tiba di atas bukit, korps Ikrimah tepat di belakangnya. Sementara Ikrimah maju sendirian dan mengambil peran dalam penyerangan korps pemanah Muslim.

Pasa pemanah yang taat perintah bertahan di bukit melawan dengan gagah berani. Beberapa dari mereka terbunuh, sementara semua sisanya terluka dan terdorong turun dari bukit karena serangan Khalid. Abdullah bin Jubayr mempertahankan di posisi yang telah diamanahkan nabi padanya. Banyak sekali bekas luka di tubuhnya sampai akhirnya ia gugur di tangan Ikrimah. Sekarang korps Khalid yang diikuti korps Ikrimah, maju terus danke belakang garis barisan awal pasukan Muslim. Kemudian mereka berbelok ke kiri dan menyerbu pasukan Muslim dari belakang. Ikrimah dengan sebagian anggota korpsnya fokus ke lokasi di mana sang nabi mengambil posisi, sementara Khalid memimpin sisa kavaleri menyerang Muslim yang berada di kemah Quraysy.

Dari belakang, Khalid dengan percaya diri menyerang pasukan Muslim yang sama sekali tidak mengetahui kedatangan kavaleri musuh. Ketika pasukan Quraysy mencapai kemah, kegemparan hinggap pada para pasukan Muslim. Sebagian dari mereka sangat terkejut dan mulai berlarian menyelamatkan diri. Namun kebanyakan dari mereka tetap bertahan dan tetap bertempur. Selama nabi masih hidup, pasukan ini tidak mau mengakui kekalahan. Ketika pasukan Muslim yang bertahan bertarung dengan kavaleri Quraysy, Amra berlari menuju bendera pasukan Quraysy yang tergeletak di tanah. Ia mengangkatnya dan mengibarkannya dengan harapan pasukan Quraysy bisa melihatnya.

Saat itu, Abu Sufyan telah kembali memegang kendali semua infantrinya. Ia melihat manuver kavaleri. Ia juga melihat bendera Quraysy berkibar di tangan Amra dan ia pun membawa pasukannya kembali bertempur. Melihat pasukan Muslim diserang dari belakang oleh kavaleri Quraysy, infantri Quraysy kembali ke medan tempur, sambil meneriakkan seruan perang mereka, "Untuk Uzza! Untuk Hubal!"[2]

Pasukan Muslim sekarang diserang dari dua arah, kavaleri Quraysy menyerang dari belakang dan infantri Quraysy menyerang dari depan. Abu Sufyan sendiri ikut menyerbu dan membunuh seorang Muslim. Situasu mendadak menjadi buruk bagi pasukan Muslim yang terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok kecil, masing-masing bertarung menahan serangan kavaleri dan infantri musuh. Pasukan Muslim masih bisa mengendalikan diri mereka tanpa panik. Kekalahan mulai terlihat di antara pasukan Muslim, tetapi mereka dengan penh keteguhan bertahan dan bertarung sampai akhir. Pada saat itulah, Khalid membunuh korban pertamanya-Abu Asira-dengan tombaknya dan memukul jatuh seorang Muslim lainnya. Mengira ia telah mati, Khalid melanjutkan serangannya ke arah lain; tetapi orang yang kedua tadi hanya terluka dan bangun untuk bertarung lagi.

Catatan Kaki Halaman 7
[1] Waqidi: Maghazi, hlm. 178-179; Ibnu Sa'ad: hlm. 545, 551.
[2] Waqidi: Maghazi, hlm. 188; Ibnu Sa'ad: hlm. 545.

__________________________________________________________________________
(Halaman 8)

Pertempuran sekarang terbagi dalam dua aksi terpisah. Bagian pertama adalah badan utama pasukan Muslim yang bertahan menghadapi gempuran pasukan Quraysy dan bagian kedua adalah kelompok pasukan di sekitar nabi yang mulia bertahan menghadapi gempuran korps kavaleri Ikrimah serta beberapa infantri Quraysy.

Sekarang dimulailah cobaan berat bagi sang nabi. (Lihat Peta 2 di bawah)



Ketika pasukan Muslim meninggalkan posisi awal mereka untuk mengejar pasukan Quraysy, nabi tetap di posisinya. Di sana, ia bersama 30 sahabatnya tidak ikut tergoda dengan harta rampasan perang. Di antara ke-30 orang ini adalah pengikut-pengikut terdekatnya, termasuk Ali, Abu Bakr, Sa'ad bin Abi Waqqas, Thalhah bin Ubaydullah, Abu 'Ubaydah, Abdur-Rahman bin 'Awf, Abu Dujanah, dan Mush'ab bin 'Umayr. Dalam kelompok ini juga ada dua perempuran yang sebelumnya sibuk membawakan air bagi pasukan Muslim dan sekarang bergabung dengan kelompok nabi.

Ketika Khalid merebut posisi pemanah Muslim dan kavaleri Quraysy mulai memutar untuk menyerang bagian belakang pasukan Muslim, nabi menyadari seriusnya bahaya yang akan menimpa pasukan Muslim. Ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengontrol dan mengarahkan bagian utama pasukan yang telah bergerak terlalu jauh; dan ia tahu bahwa kelompoknya akan segera diserang. Posisinya saat itu sangat jelas tidak bisa dipertahankan sehingga nabi memutuskan untuk menarik kelompoknya mundur sedikit tepat di kaki cabang Bukit Uhud yang ada tepat di belakang mereka (bukan cabang Bukit Uhud tempat sayap kanan pasukan Muslim mengambil tempat awal mereka). Namun baru sampai setengah kilometer, mereka telah dihadang oleh Ikrimah dan anggotanya. Nabi memutuskan untuk bertahan dan bertempur di lokasi mereka saat itu; dan tidak lama kemudian, infantri Quraysy juga datang menyerang.

Kelompok nabi terjepit dari depan dan belakang. Pasukan Muslim membentuk barisan lingkaran di sekeliling nabi dan bertarung dengan intensitas yang terus meningkat. Sang nabi sendiri menggunakan busurnya sampai busurnya juga akhirnya patah. Setelah itu, ia memberikan anak panahnya kepada Sa'ad yang kemampuan memanahnya memberi masalah bagi pasukan Quraysy. Setiap seorang pasukan Muslim dalam kelompok ini setidaknya menghadapi tiga sampai empat orang musuh sampai akhirnya gugur atau memukul mundur musuh-musuh mereka.

Ikrimah sendiri yang paling pertama tiba di posisi nabi. Ketika Ikrimah memimpin sejumlah anggotanya maju menyerang, nabi menoleh ke Ali dan memberi perintah, "Serang orang-orang itu." Ali menyerang dan memukul mundur mereka, satu orang terbunuh. Sekarang sekelompok kavaleri lainnya datang mendekat. Nabi kembali memberi perintah kepada Ali, "Serang orang-orang itu."[1] Ali memukul mundur mereka dan membunuh satu orang.

Ketika intensitas pertarungan semakin keras, pasukan Quraysy mulai menghujani kelompok nabi dengan panah dan batu. Mereka mengawali dengan panah dari jauh dan kemudian menyerbu dengan pedang, baik berjalan kaki maupun berkuda. Untuk melindungi nabi dari panah, Abu Dujanah berdiri menghadap nabi punggungnya menghadap musuh. Setelah beberapa saat, punggung Abu Dujanah penuh dengan panah sampai-sampai ia terlihat seperti landak, tetapi ia tetap memberikan panahnya sendiri kepada Sa'ad. Thalhah juga berdiri di samping nabi. Dalam satu kesempatan, ketika sebuah panah terlihat akan mengenai nabi di wajah, Thalhah menghalanginya dengan tangannya. Satu jarinya putus, tetapi ia telah menyelamatkan nabi.

Di lokasi lain, tepatnya di badan utama pasukan Muslim, Khalid melancarkan serangan demi serangan dengan korps kavalerinya dan memberikan kerusakan yang besar. Saat itu, ia membunuh korban keduanya dengan tombak, yaitu Tsabit bin Dahdah. Dalam pertempuran ini, Khalid hanya mengandalkan tombaknya yang ia gunakan sambil berkuda dan menusuk musuhnya. Setiap saat ia menjatuhkan seseorang, ia berkata, "Rasakanlah! Aku adalah Abu Sulayman!"[2]

Arus serangan balik yang pertama selesai dan diikuti dengan sedikit istirahat di lokasi nabi. Pasukan Quraysy sedikit mundur juga untuk beristirahat sebelum melanjutkan serangan mereka. Pada saat iut, salah seorang Muslim memperhatikan bahwa nabi mengawasi seseorang. Muslim tersebut menanyakan kepada nabi dengan penasaran dan nabi menjawab, "Saya menunggu Ubay bin Khalaf. Ia mungkin akan mendatangi saya dari belakang. Jika kamu melihatnya datang, biarkan dia mendekati saya." Belum sempat Muslim ini mencari Ubay bin Khalaf, seorang laki-laki keluar seorang diri dari kelompok Ikrimah dan mendekati nabi dengan perlahan dengan mengendarai kudanya yang besar dan kuat. Laki-laki ini berteriak, "Hei Muhammad! Ini aku! Sekarang hanya antara kau dan aku!" Pada saat itu, beberapa sahabat meminta izin kepada nabi untuk melawan tantangan orang itu, tetapi nabi berkata, "Biarkan dia datang!"[3] Para sahabat pun memberi jalan kepada laki-laki itu.

Catatan Kaki Halaman 8
[1] Ath-Thabari: Vol. 2, hlm. 197.
[2] Waqidi: Maghazi, hlm. 198.
[3] Ibid: hlm. 195-196; Ibnu Hisyam: Vol. 2, hlm. 84.

sumber : https://www.kaskus.co.id/show_post/55927979d89b0950628b456b/120/-


EmoticonEmoticon