Jumat, 09 Desember 2016

Upaya Negosiasi Pasukan Bizantin di Awal Pertempuran Ajnadayn, 30 Juli 634



Ketika kedua pasukan telah berbaris berhadapan dalam posisi siap tempur, seorang uskup senior Bizantin bertutup kepala hitam keluar dari barisan pasukan, berjalan menuju pasukan Islam. Ia memanggil dalam Bahasa Arab yang fasih, "Siapa di antara kalian yang mau maju dan berbicara denganku?"
Muslim tidak memiliki pendeta atau pejabat relijius apa pun yang bisa disetarakan dengan uskup. Saat itu, penglima pasukan juga bertindak sebagai Imam bagi pasukannya. Maka Khalid mengendarai kudanya menemui uskup tersebut. Uskup bertanya, " Apakah Engkau panglima pasukan ini?" Khalid menjawab, "Ya, selama aku taat pada Allah dan mengikuti sunnah Nabi-Nya; tetapi jika aku tidak demikian, aku tidak pantas memimpin mereka dan tidak punya hak untuk dipatuhi." Uskup tersebut berpikir sesaat, kemudian menjawab, "Dengan itulah kalian menaklukkan kami."

Ia kemudian melanjutkan, "Ketahuilah, wahai orang Arab, kalian telah menyerbu tanah yang tidak seorangpun raja berani memasukinya. Persia pernah melakukannya dan harus pulang dengan kecewa (silakan cari Perang Persia-Bizantin-pent). Bangsa lain pun datang dan bertempur dengan jiwanya, tetapi tidak bisa mendapatkan apa yang mereka cari. Kalian telah mengungguli kami sampai sekarang, tetapi kemenangan tidak akan selalu bersama kalian."

"Pemimpinku, Wardan, cenderung untuk berlaku baik kepada kalian. Ia mengirimku untuk menyampaikan bahwa jika Engkau membawa pasukanmu keluar dari tanah ini, ia akan memberi satu dinar (sekitar Rp 2.340.000,--pent), sebuah jubah, dan sebuah sorban kepada masing-masing prajuritmu; dan untukmu sendiri ada seratus dinar (sekitar Rp 234.000.000,--pent), seratus jubah, dan seratus sorban."
"Perhatikanlah, kami memiliki sebuah pasukan berjumlah sebanyak atom, dan pasukan ini tidak sama seperti pasukan yang kalian temui sebelumnya. Dengan pasukan ini, Kaisar telah mengirimkan jenderal-jenderal terbaiknya dan uskup-uskup terkemuka."

Khalid menjawab seperti biasa, menawarkan tiga alternatif: Islam, Jizya, atau pedang. Tanpa pemenuhan salah satu dari tiga syarat ini, Muslim tidak akan meninggalkan Syam. Untuk dinar dan pakaian yang ditawarkan, Khalid mengatakan bahwa itu semua akan mereka peroleh sendirinya, dengan hak sebagai penakluk!

Dengan jawaban ini, uskup tersebut kembali dan menginformasikan semuanya kepada Wardan. Panglima Romawi tersebut begitu marah dan bersumpah akan menghancurkan Pasukan Islam.
Demikianlah Pertempuran Ajnadayn dimulai.


sumber : https://www.kaskus.co.id/show_post/50a21d88542acff4530000f4/48/-


EmoticonEmoticon